Tag: Nicolás Maduro

Cartel de los Soles: Fenomena atau Fakta Teroris Venezuela?

Cartel de los Soles: Fenomena atau Fakta Teroris Venezuela?

Apa Itu Cartel de los Soles?

Cartel de los Soles atau “Cartel of the Suns” adalah istilah yang muncul di Venezuela pada awal 1990-an. Amerika Serikat baru-baru ini menetapkannya sebagai organisasi teroris asing, dengan tuduhan dipimpin oleh presiden Venezuela Nicolás Maduro dan pejabat tinggi pemerintahnya. Penetapan ini memberi lembaga penegak hukum dan militer AS wewenang lebih luas untuk menargetkan kelompok tersebut.

Namun, Venezuela secara tegas menolak tuduhan ini, menyebutnya “bohong baru dan konyol”. Bahkan Menteri Dalam Negeri Venezuela, Diosdado Cabello, yang disebut sebagai salah satu anggota tinggi, menyatakan bahwa Cartel de los Soles adalah ciptaan pihak luar untuk menekan pemerintah yang tidak mereka sukai. Begitu pula, Presiden Kolombia Gustavo Petro menolak keberadaan kartel ini, menyebutnya “alasan fiktif sayap kanan untuk menjatuhkan pemerintah”.

Meski kontroversial, Departemen Luar Negeri AS tetap bersikukuh bahwa kartel ini nyata dan telah mengkorupsi militer, intelijen, legislatif, dan peradilan Venezuela. Para pakar berpendapat bahwa kebenaran mungkin berada di tengah-tengah klaim tersebut.


Sejarah dan Asal-usul Nama

Istilah Cartel de los Soles pertama kali muncul setelah tuduhan narkoba terhadap seorang jenderal penanggung jawab operasi anti-narkotika di Garda Nasional Venezuela. Nama tersebut merujuk pada lambang matahari pada pangkat jenderal.

Seiring waktu, nama ini mulai digunakan untuk semua pejabat Venezuela yang diduga terlibat narkoba, terlepas apakah mereka bagian dari organisasi yang sama. Menurut Mike LaSusa, ahli kejahatan terorganisir, moniker ini menjadi simbol keterlibatan pejabat militer dengan jaringan narkoba.


Peran Konteks Regional

Menurut Raúl Benítez-Manau, pakar kejahatan terorganisir dari Universitas UNAM, kegiatan kartel ini muncul pada akhir 1980-an dan awal 1990-an akibat tekanan pada rute penyelundupan narkoba dari Kolombia. Saat Kartel Medellín dibongkar, dan operasi anti-narkotika di Kolombia meningkat, beberapa pejabat Venezuela menyediakan jalur alternatif untuk transportasi kokain.

Pada era Hugo Chávez (1999-2013), kartel ini semakin kuat. Chávez menantang AS dan memutus semua kerjasama militer dengan Amerika, sehingga beberapa perwira militer merasa bebas melakukan bisnis dengan kriminal. Selain itu, dukungan Chávez terhadap kelompok Farc di Kolombia membuat Venezuela menjadi tempat aman bagi operasi penyelundupan.

Wesley Tabor, mantan agen DEA, menjelaskan bahwa Farc tidak hanya menemukan perlindungan di Venezuela, tetapi juga banyak pejabat pemerintah menjadi mitra mereka. Bersama-sama, mereka diklaim menyediakan ratusan ton kokain ke AS.


Tuduhan dan Respons Pemerintah

Pemerintah AS bahkan menaikkan hadiah untuk informasi yang membawa penangkapan Maduro hingga $50 juta, dan Cabello $25 juta. Tuduhan ini mencakup korupsi dan perdagangan narkoba tingkat tinggi.

Namun, Venezuela terus menolak tuduhan ini, menyebutnya sebagai upaya AS untuk menjustifikasi penggulingan Maduro. Kementerian Luar Negeri Venezuela menyatakan bahwa Cartel de los Soles tidak ada, dan penetapan ini adalah “pembohongan keji untuk intervensi ilegal”.


Aktivitas dan Dampak

AspekInformasi
Periode awalAkhir 1980-an – awal 1990-an
Tokoh terlibatNicolás Maduro, Diosdado Cabello (diduga)
MetodePenyelundupan narkoba, kolaborasi militer dan Farc
TujuanMengatur jalur transportasi narkoba, memperkaya pejabat
DampakTuduhan korupsi, tekanan diplomatik, hubungan tegang dengan AS

Kartel ini diduga menguasai berbagai level pemerintah dan menggunakan pengaruhnya untuk mengatur jalur narkoba secara strategis. Sementara beberapa pakar mempertanyakan skala organisasi, bukti kolaborasi dengan militer dan kelompok kriminal tetap menjadi fokus utama investigasi.


Kesimpulan

Fenomena Cartel de los Soles mencerminkan ketegangan geopolitik antara Venezuela dan Amerika Serikat. Sementara AS menilai kartel ini sebagai ancaman nyata, pemerintah Venezuela dan beberapa pemimpin regional menyebutnya mitos politik.

Sejarahnya menunjukkan bahwa istilah ini berakar dari praktik militer dan jaringan narkoba lama, dan diperkuat oleh konteks politik dan ideologi pada era Chávez dan Maduro. Terlepas dari kontroversi, kasus ini menjadi simbol konflik antara kepentingan internasional, pemerintah, dan praktik kriminal terorganisir.